Buku Keperawatan Jiwa Pdf Printer

  1. Makalah Keperawatan Jiwa

From 1,110 Ratings The Girls By Emma Cline. Release Date: 2016-06-14. Genre: Fiction & Literature THE INSTANT BESTSELLER.

An indelible portrait of girls, the women they become, and that moment in life when everything can go horribly wrong NAMED ONE OF THE BEST BOOKS OF THE YEAR BY The Washington Post. NPR. The Guardian. Entertainment Weekly.

San Francisco Chronicle. Financial Times. Esquire. Newsweek. Vogue. Glamour. People.

The Huffington Post. Elle. Harper’s Bazaar.

Time Out. BookPage. Publishers Weekly. Slate Northern California, during the violent end of the 196. From 834 Ratings Foreign Agent By Brad Thor. Release Date: 2016-06-14.

Genre: Mysteries & Thrillers From #1 New York Times bestselling author, Brad Thor, comes Foreign Agent, “the best thriller of the yearan exciting and entertaining read” (The Washington Times).Terrorism in Europe has spun out of control. The United States has decided on a dramatic response. Now, the CIA needs a very special kind of operative. Scot Harvath has exactly the skills the CIA is looking for. He’s a former US Navy SEAL with extensive experience in espionage. Working for a private intelligence company, he will provide the CIA, and more i. From 7,021 Ratings The Nightingale By Kristin Hannah.

Release Date: 2015-02-03. Genre: Fiction & Literature In love we find out who we want to be.In war we find out who we are. FRANCE, 1939 In the quiet village of Carriveau, Vianne Mauriac says goodbye to her husband, Antoine, as he heads for the Front. She doesn’t believe that the Nazis will invade France.but invade they do, in droves of marching soldiers, in caravans of trucks and tanks, in planes that fill the skies and drop bombs upon the innocent. When a German captain requisitions Vianne’s home, she and her daughter must live with the enemy or lose ever. From 933 Ratings The Midnight Line By Lee Child. Release Date: 2017-11-07. Genre: Mysteries & Thrillers #1 NEW YORK TIMES BESTSELLER.

Lee Child returns with a gripping new powerhouse thriller featuring Jack Reacher, “one of this century’s most original, tantalizing pop-fiction heroes” (The Washington Post). Reacher takes a stroll through a small Wisconsin town and sees a class ring in a pawn shop window: West Point 2005. A tough year to graduate: Iraq, then Afghanistan. The ring is tiny, for a woman, and it has her initials engraved on the inside. Reacher wonders what unlucky circumstance made her. From 79 Ratings Armageddon By Dick Morris & Eileen McGann. Release Date: 2016-05-27.

Genre: Politics & Current Events New York Times BestsellerAT STAKE: THE FUTURE OF AMERICAThe 2016 election is truly America's Armageddon—the ultimate and decisive battle to save America, a fight to defeat Hillary Clinton and the forces seeking to flout our constitutional government and replace it with an all-powerful president backed up by an activist judiciary that answers to no one. Already President Obama has moved America far down this path, and a President Clinton will act as his 'third term,' institutionalizing the excesses of the past eight years.

Posted by Mohammad Adib in RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN FILSAFAT ILMU Dalam konsep keperawatan, sasaran dan tujuan pendekatannya adalah manusia dimana manusia adalah mahluk Biopsikososiokultural. Untuk hal tersebut maka dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan, calon perawat sangat memerlukan kemampuan dalam bidang Logika, Filsafat Ilmu, hal ini karena logika filsafat ilmu merupakan dasar mahasiswa untuk berpikir kritis dan ilmiah. Mata kuliah ini bukan merupakan mata kuliah prasarat namun sangat terkait dengan metodologi penelitian. Mata kuliah ini membahas tentang kebenaran, logika terkait dengan isu-isu filsafat yang hidup (persoalan-persoalan), masalah tahu, pengetahuan dan ilmu, ontologi, epistemologi, aksiologi, metode ilmiah, cara berfikir deduksi dan induksi serta kebenaran dan kesalahannya, penggunaan bahasa dan logika berfikir. Filsafat diarahkan ke pendalaman makna yang terkait dengan pemikiran dalam keilmuan yang didasarkan atas kerja hukum alam (The fundamental physical laws of nature). Dibahas juga etika, estetika dan moral keilmuan.

Terutama yang terkait dengan bidang keperawatan. Mata Kuliah: Filsafat Ilmu Keperawatan, Semester: I ( Satu ); Kode Mata Kuliah: Bobot SKS: 2 Matakuliah ini hendak mencapai standar kompetensi: (i) Mahasiswa mampu mengetahui, memahami, menjelaskan dan mampu mengimplementasikan teori logika, filsafat ilmu, metodologi ilmiah dan berfikir kritis, ilmiah dan kreatif dalam keperawatan; (ii) Mahasiswa mampu memahami tentang isu-isu teori keperawatan, prinsip-prinsip dan teknik penalaran beberapa ahli keperawatan sehingga bisa menerapkan cara berfikir secara logis, kritis dan mandiri untuk menciptakan the smart beautiful mind dalam keperawatan. PROSES BELAJAR MENAJAR 1. Jumlah jam / tatap muka Jumlah total jam = ( 1 x 1 x 50″ ) + ( 1 x 1 x 50 ” ) x 14 minggu = 28 jam Tatap muka terdiri dari Tutorial (T) dan Seminar atau diskusi (D) 2. Strategi Belajar Mengajar a. Kuliah.tutorial b.

Diskusi dan Seminar c. Penugasan REFERENSI. Muhammad Adib, 2011 (Cetakan Kedua), Filsafat Ilmu: Ontologi, Epistemiologi, Aksiologi dan Logika Ilmu Pengetahuan, Yogyakarta: Pustaka Intelektual.

Juhana S Praja, 2002, Filsafat dan methodology ilmu, Bandung: Mizan. Andi Hakim N, 1998, Pengantar ke Filsafat Sains, Bogor: lentera Nusantara.

8 Kelompok 7 (Sara,Anjani.Septi,Zainul,Aries)) Said: @10:51 am ”Kesimpulan Diskusi pada presentasi I Konsep Persoalan Filsafat” Pengertian secara etimologi: Kata filsafat,dalam bahasa arab di kenal dengan istilah falsafah dan dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah philosophy dan dalam bahasa yunani philosophia. Cabang-cabang Filsafat: 1Epistemologi 2Metafisika 3Logika 4.Etika 5.Estetika Kegunaan Filsafat bagi manusia Dengan adanya filsafat manusia dapat melihat kebenran tentang suatu di antara kebenaran yang lain. 9 Kelompok 3 (basirullah, ahmad fudoli, Sriningsih, yuni anita sari, rusmiati, nurhasanah) Said: @8:08 pm Kesimpulan Diskusi Dari Kelompok 2 Oleh Kelompok 3 Dengan adanya filsafat, manusia di mungkinkan dapat melihat kebenaran tentang ssuatu diantara kebenaran yang lain.

Hal ini membuat manusia mencoba mengambil pilihan, sehingga manusia mampu menghadapi masalah-masalah yang ada dan belajar untuk menjadi bijaksana. Di smaping itu,filsafat memberikan petunjuk deengan metode pemikiran relektif agar kita dapat menyerasikan antara logika,rasa,rasio,pengalaman dan agama untuk pemenuhan kebutuhan hidup yang sejahtera.

Dengan filsafat kita memilki peluang untuk mengembangkan kebebasan berfikir yang seluas-luasnya dan dengan menerapkannya maka kita mampu menyelesaikan masalah dengan pemikiran-pemikiran yang tepat,baik dan cermat. PERTANYAAN 1. Objektivitas berdasarkan pemaknaan filosofi berarti doktrin dimana pengetahuan berdasarkan kenyataan objektif (berdiri sendiri). Metodologi adalah suatu jalan atau terapan untuk mencapai tujuan dalam proses melakukan sesuatu, baik penelitian atau lainnya. Rasional merupakan suatu kajian yang melibatkan pemikiran, dan menerima suatu hasil, dengan mempertmbangkan secara akal manusia akan bisa atau tidaknya sesuatu itu. 11 kelompok 6 ( muslimatun n, uswatun h, m. Choirul umam, nasithoh ika c.

Fikri vahmi, andika yp) Said: @10:41 pm Kelompok 6 (Muslimatun N, Masitoh ika C,M.Choirul Umam, Uswatun H,Fikri v,Andika YP) DEFINISI TAHU TAHU adalah gambaran atau kesan yang timbul dalam diri kita tentang sesuatu yang kita amati. DEFINISI PENGETAHUAN Setelah kita mendapatkan bayangan, gambaran atau kesan dari sesuatu, maka sesuatu itu diberi nama atau istilah. Akumulasi dari apa yang kita ketahui.

Sampai saat ini telah banyak generasi yang telah berlalu, tentu sudah banyak pula ulama (para ilmuan) yang membicarakan seluk-beluk tentang pengatahuan. Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Objektivitas dalam Ilmu Objektif artinya sesuai dengan keberadaan realitas. Objek berada di luar dari pengamat, ada di luar sana.

Itu artinya apapun kondisi yang mempengaruhi pengamat maka suatu realitas di luar sana tidak berubah. Pengetahuan yang objektif artinya sesuai dengan objek yang ada di luar sana itu. Dengan kata lain pengetahuan yang objektif mensyaratkan suatu pengetahuan yang tidak terpengaruh oleh kondisi subjek pengamat. Salah satu dari contoh kenapa pengetahuan tidak bisa mencapai idealisme objektif adalah bahwa teori bahkan suatu percobaan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh asumsi-asumsi yang tidak bisa dilepaskan dari kepala ilmuan.

Buku

Ilmuan bukan robot, melainkan manusia, dengan demikian mereka tidak bisa seperti mesin untuk mendekati suatu fenomena. Bahkan mungkin memang seharusnya begitu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam mengembangkan ilmu pengetahuan diperlukan rasa penasaran, pengetahuan mengenai kegunaanya bagi manusia, semangat dalam ilmu. Dan hal-hal itu tidak bisa didapat dari sekedar mesin. Toh, kalaupun ada mesin ilmuan maka mesin itu penciptanya manusia juga dan akhirnya sama saja.

Subjektiv dalam Ilmu Dalam kontek ini subjek diartikan sebagai pengamat, dimana kita tau bahwa dalam proses ingin tahu tidak akan terjadi tanpa adanya suatu pengamat. Subjek bisa berasal dari mana saja. Pengetahuan yang subjektiv adalah pengetahuan yang dilihat dari sudut pandang pengamat. Kesan-kesan yang timbul pada pikiran pengamat ketika setelah melihat sesuatu. Contohnya adalah tanggapan atau argument seseorang terhadap apa yang dia lihat.

Rasional dalam Ilmu Asumsi dasar yang melatarbelakangi semua ilmu pengetahuan dan pemikiran rasional secara umum adalah bahwa dunia fisik ada, dan bahwa dimungkinkan bagi kita untuk memahami hukum-hukum yang mengatur realitas objektif. Sebagian besar ilmuwan menerima bahwa jagad diatur oleh hukum-hukum alam, satu fakta yang diungkapkan oleh Phillip Anderson: “Sungguh, sulit untuk membayangkan bagaimana ilmu pengetahuan bisa ada jika mereka tidak menerima hal itu. Kepercayaan pada hukum alam adalah kepercayaan pada jagad ini pada akhirnya akan dapat dipahami - bahwa kekuatan yang menentukan takdir dari sebuah galaksi akan juga menentukan jatuhnya sebutir apel di bumi sini; bahwa atom yang memantulkan cahaya yang menerobos sebutir intan dapat juga membentuk bahan penyusun sel hidup; bahwa elektron, neutron dan proton yang muncul dari big bang kini dapat melahirkan otak manusia, pemikiran, dan jiwa. Kepercayaan pada hukum alam adalah kepercayaan pada kesatuan jagad ini di tingkat terdalam yang paling dimungkinkan.

Sejarah ilmu pengetahuan menunjukkan bagaimana ekonomisnya pemikiran manusia. Hanya sedikit saja yang terbuang dalam proses pembelajaran kolektif. Bahkan kesalahan sekalipun, ketika ditelaah secara jujur, dapat memainkan satu peran yang positif. Hanya ketika pemikiran dibekukan ke dalam dogma-dogma resmi, yang menganggap ide-ide baru sebagai hujatan yang harus dilarang dan dijatuhi sanksi, baru ketika itulah perkembangan pemikiran dilumpuhkan, bahkan dilemparkan ke belakang.

Sejarah yang mengecewakan dari Abad Pertengahan yang Gelap merupakan bukti yang cukup tentang hal ini. Pencarian batu kebijaksanaan (”The philosopher’s stone”) didasarkan pada hipotesis yang keliru, namun para ahli alkimia tetap membuat penemuan-penemuan yang penting, dan meletakkan pondasi bagi perkembangan ilmu kimia modern. Teori ledakan besar, dengan pencariannya atas “awal waktu” yang hanya bayang-bayang itu, hampir-hampir tidak memiliki keabsahan ilmiah yang lebih tinggi daripada alkimia, Metodelogi kata kunci dari metode ilmiahadalah empiris, teori yang jelas, operasional dan spesifik, dapat dibuktikan,sistematis, alat ukur disesuaikan, perhatian terhadap validitas dan reliabilitas,objektif, sikap peneliti yang cenderung kritis dan mencari pembuktian, dan dapatdiulang. Empiris menekankan bahwa setiap pernyataan harus dapat dibuktikan.Artinya, suatu penjelasan dianggap benar jika sesuai dengan pengalamanatau observasi. Secara sederhana, empirisme akan selalu sesuai dengankenyataan karena kenyataan selalu dapat dialami dan diobservasi. Misalnyapernyataan ”Langit Mendung Sebentar Lagi Akan Hujan”. Pernyataan inididasarkan pada pengalaman terdahulu yang dapat diobservasi atau dialamisemua orang.

Teori yang jelas, operasional dan spesifik artinya bahwa teori-teori yangdigunakan haruslah jelas, operasional (dapat diukur) dan spesifik. Misalnyamotivasi yang didefinisikan oleh Robbins sebagai proses yang menjelaskanintensitas, arah, dan ketekunan seseorang untuk mencapai tujuannya.Selanjutnya, motivasi ini dioperasionalisasi ke dalam lima dimensi (misalnya:kerja keras, orientasi masa depan, tingkat cita-cita tinggi, ketekunan, usaha untuk maju). Dari lima dimensi ini kemudian dijelaskan lagi secara spesifikdalam bentuk indikator. Hipotesis yang dapat dibuktikan artinya hipotesis (dugaan sementara) yangdiajukan oleh peneliti harus dapat dibuktikan melalui suatu pengujianhipotesis yang metode / teknik nya disesuaikan dengan jenis penelitian, jenisdata, dan berbagai aturan dalam pengujian hipotesis ilmiah. Observasi yang terkontrol artinya setiap tindakan observasi yang dilakukanterkontrol secara ketat dan sistematis.

Misalnya penelitian tentang pengaruhmotivasi terhadap hasil belajar. Adanya kontrol yang ketat ini untukmeminimalisir pengaruh variabel lain (misalnya: Inteligensia) dengan caramemperhatikan homogenitas subjek penelitian atau subjek diambil dengankarakteristik yang relatif homogen baik dalam hal IQ, Usia, dll. Alat ukur atau instrumen yang digunakan haruslah tepat.

Misalnya untukmengukur motivasi belajar maka instrumen yang digunakan dapat berupaangket atau lembar observasi, dll. Perhatian terhadap validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian ilmiah, validitasdan reliabitas merupakan pra-syarat penelitian. Salah satu penelitian yangmengalami kritikan karena aspek validitas dan reliabitas ini adalah penelitianmengenai Emotional Quotient oleh Goleman.

Salah satu ahli yangmengkritiknya adalah Stolzt (penggagas teori AQ / Adversity Quotient) yangmenganggap bahwa EQ tidak didasarkan pada standar pengukuran yang validdan metode yang jelas untuk mengukurnya. Bersikap kritis, skeptis dan mencari pembuktian.

Dari sisi peneliti, sikap kritis,skeptis dan mencari pembuktian merupakan salah satu orientasi penelitianilmiah. Artinya, seorang peneliti tidak boleh menerima begitu saja penjelasandari hasil penelitian orang lain dan tetap mengembangkan berbagaikemungkinan yang akan terjadi. Dengan demikian, metode ilmiah selalu terbuka untuk menerima pendapat yang berbeda dan setiap pendapatterbuka untuk diuji ulang. (seperti keraguan Stolzt pada poin 6 di atas).

12 Kelompok 5 (Khaidar,Fahmi,Rekayasa,Rahman,Sukri,Sri ekawati) Said: @10:44 pm “Kesimpulan diskusi kelompok 2 (Kesimpulan hasil diskusi presentasi Tahu)” Tahu adalah mengerti atau mengetahui, Hubungan antara subjek dengan objek melalui panca indra Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti.

Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu adalah sebuah kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya sudah diuji dan secara emphiris. Ilmu pengetahuan merupakan suatu objek yang kita ketahui yang berada didalamnya adalah ilmu.

Ada enam sumber – sumber pengetahuan,antara lain: 1.Pengalaman indra 2.Nalar 3.Otoritas 4.Intuisi 5.Wahyu, dan 6.Keyakinan Objek ilmu ada dua, yaitu objek materiil dan objek formal. Objek materiil objeknya jelas sehingga metode yang digunakan jelas dan tidak banyak mengalami keraguan. Sedangkan objek formal kebenarannya berbeda – beda, bahkan dalam banyak hal tertentu berbeda pula.

Hakekat pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah hasil dari subyek dan obyek dengan menggunakan alat indra berupa penglihat,pendengar,perasa dan pencium. “Jawaban pertanyaan “ 1.Obyektif dalam ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi. Atribut obyektif mengandung arti bahwa kebenaran ditentukan oleh pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.

Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun berdasarkan kebenaran yang sudah diuji secara emphiris. Sedangkan objek adalah suatu benda yang ditangkap atau dirangsang oleh alat indra manusia sesuai dengan objeknya. Jadi, kalau ilmu dikatakan sebagai objektif maksudnya adalah ilmu itu bisa dilihat oleh panca indra penglihatan, bisa didengar oleh indra pendengaran. 2.Metode adalah suatu cara untuk dapat mengerti atau menangkap ilmu tersebut. Ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, aktvitas itu harus dilaksanakan dengan metode tertentu. Ativitas metode itu mendatangkan pengetahuan yang sistematis.

Kesatuan dan intetraksi diantara aktivitas, metode, dan pengetahuan dapat digambarkan sebagai bagan penyusun menjadi ilmu. 3.Ilmu itu rasional, rasio berarti sebuah pikiran.

Jadi ilmu itu dapat dipikir, dan membutuhkan waktu mungkin hingga waktu yang lama untuk mempelajari suatu ilmu tersebut. 4.Sistem adalah hubungan secara fungsional dan konsisten antara bagian-bagian yang terkandung dalam suatu hal atau barang sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh. Hubungan seperti itu dalam rangka mencapai tujuan, yaitu kebenaran ilmiah. Ada enam sistem yang dikenal dalam ilmu pengetahuan, yaitu:.Sistem tertutup.Sistem terbuka.Sistem alami.Sistem buatan.Sistem yang berbentuk lingkaran.Sistem yang berbentuk garis lurus. 13 Kelompok 5 (Khaidar,Fahmi,Rekayasa,Rahman,Sukri,Sri ekawati) Said: @10:46 pm “Kesimpulan diskusi kelompok 2 (Kesimpulan hasil diskusi presentasi Tahu)” Tahu adalah mengerti atau mengetahui, Hubungan antara subjek dengan objek melalui panca indra Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ilmu adalah sebuah kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya sudah diuji dan secara emphiris. Ilmu pengetahuan merupakan suatu objek yang kita ketahui yang berada didalamnya adalah ilmu.

Ada enam sumber – sumber pengetahuan,antara lain: 1.Pengalaman indra 2.Nalar 3.Otoritas 4.Intuisi 5.Wahyu, dan 6.Keyakinan Objek ilmu ada dua, yaitu objek materiil dan objek formal. Objek materiil objeknya jelas sehingga metode yang digunakan jelas dan tidak banyak mengalami keraguan.

Sedangkan objek formal kebenarannya berbeda – beda, bahkan dalam banyak hal tertentu berbeda pula. Hakekat pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah hasil dari subyek dan obyek dengan menggunakan alat indra berupa penglihat,pendengar,perasa dan pencium. “Jawaban pertanyaan “ 1.Obyektif dalam ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi. Atribut obyektif mengandung arti bahwa kebenaran ditentukan oleh pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun berdasarkan kebenaran yang sudah diuji secara emphiris. Sedangkan objek adalah suatu benda yang ditangkap atau dirangsang oleh alat indra manusia sesuai dengan objeknya.

Jadi, kalau ilmu dikatakan sebagai objektif maksudnya adalah ilmu itu bisa dilihat oleh panca indra penglihatan, bisa didengar oleh indra pendengaran. 2.Metode adalah suatu cara untuk dapat mengerti atau menangkap ilmu tersebut. Ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, aktvitas itu harus dilaksanakan dengan metode tertentu.

Ativitas metode itu mendatangkan pengetahuan yang sistematis. Kesatuan dan intetraksi diantara aktivitas, metode, dan pengetahuan dapat digambarkan sebagai bagan penyusun menjadi ilmu. 3.Ilmu itu rasional, rasio berarti sebuah pikiran. Jadi ilmu itu dapat dipikir, dan membutuhkan waktu mungkin hingga waktu yang lama untuk mempelajari suatu ilmu tersebut. 4.Sistem adalah hubungan secara fungsional dan konsisten antara bagian-bagian yang terkandung dalam suatu hal atau barang sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh. Hubungan seperti itu dalam rangka mencapai tujuan, yaitu kebenaran ilmiah. Ada enam sistem yang dikenal dalam ilmu pengetahuan, yaitu:.Sistem tertutup.Sistem terbuka.Sistem alami.Sistem buatan.Sistem yang berbentuk lingkaran.Sistem yang berbentuk garis lurus.

14 Kelompok 1(Ahyat,Ema,Risya,Masmuah,Lutfiana,Dian) Said: @12:09 pm RESUME FILSAFAT 1 Persoalan-persoalan filsafat DOSEN PEMBIMBING: h.Muhammad ADIB NAMA KELOMPOK: Ketua: Ahyat Halimi Lukman (7311004) Sekretaris: Ema Noerita (7311013) Bendahara 1: Nurmala Diah.A (7311036) Bendahara 2: Dian istiqomah (7311010) Bendahara 3: Lutfiana (7311022) Bendahara 4: Masmu’ah (731102 RESUME FILSAFAT Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani “philosophia”. Seiring perkembangan zaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti: “philoshopic”, dalam kebudayaan bangsa jerman, Belanda, dan prancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia”dalam bahasa latin; dan “falsafah” dalam bahasa arab. Dari bahasa Yunani yaitu philosophia, philien Cinta dan Sophia kebijaksanaan. Sebenarnya filsafat begitu dekat dengan kita, mungkin karna terlalu dekat kita tidak menyadari filsafat itu dalam diri kita. Setiap manusia memiliki cinta,seperti arti filsafat bahwa cinta kepada kebijaksanaan, cinta kepada kebenaran. Ingin selalu berteman dengan kebenaran kapanpun dan dimanapun. Dan beberapa para ahli yang telah menjelaskan pengertian filsafat seperti: Plato, Aristoteles, Cicero, Johann Gotlich Fickte, Paul Nartorp, Imanuel Kant, dll.

Seperti Aristoteles yang mengungkapkan tentang asumsi filsafat dari; Subtansi, kwantitas, kualitas, relasi, Aksi, fasi, speech, time, posi, dll. Filsafat sebagai reality terdapat 4 bagian: Tuhan adalah kepercayaan wujud yang memang ada, akan tetapi jika berfikir secara logika, Tuhan itu ada dimana?

Jika dijawab “bahwa tuhan itu ada dimana-mana”? Berarti tuhan itu gunung. Jika filsafat bertanya tuhan ada didalam atau diluar bumi? Jawabannya “Dia ada didalam alam, tapi tidak identik dengan alam, Dia juga bisa ada diluar alam tetapi Dia mengatur seluruh alam. Filsafat menyadarkan Manusia terhadap pencipta alam dan mendorongnya untuk beribadah kepada-Nya, serta memberikan kemungkinan kepada manusia untuk mengambil manfaatnya.Dan Pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli juga pengetahuan tentang segala yang ada. 15 Kelompok 4 (Hb Defri Aditya Darmawan, Ninik Suhemi, Lilik Agustina, Ma'ani Pakalesi, Aisyah, Asmi'ul Adhim ) Said: @9:47 pm TUGAS FILSAFAT ILMU TENTANG OBYEKTIF,METODOLOGIS,SISTEMATIS,DAN RASIONAL DALAM ILMU PENGETAHUAN OBYEKTIF Ilmu diharapkan agar objektif. Apa yang dimaksudkan dengan objektif.

Objektif artinya sesuai dengan keberadaan realitas. Objek berada di luar dari pengamat, ada di luar sana. Itu artinya apapun kondisi yang mempengaruhi pengamat maka suatu realitas di luar sana tidak berubah. Pengetahuan yang objektif artinya sesuai dengan objek yang ada di luar sana itu.

Makalah Keperawatan Jiwa

Dengan kata lain pengetahuan yang objektif mensyaratkan suatu pengetahuan yang tidak terpengaruh oleh kondisi subjek pengamat. Dengan kata lain objek yang diamati dipisahkan dari pengamat. Ini adalah idealitas dari ilmu pengetahuan, menciptakan suatu pengetahuan yang benar.

Sayangnya idealisme ini tidak bisa diwujudkan atau mungkin malah ada pengetahuan macam ini. Objektivitas akan menghasilkan suatu perdebatan panjang dalam bidang filsafat. Contoh objektif adalah bahwa teori bahkan suatu percobaan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh asumsi-asumsi yang tidak bisa dilepaskan dari kepala ilmuan. Ilmuan bukan robot, melainkan manusia, dengan demikian mereka tidak bisa seperti mesin untuk mendekati suatu fenomena. Bahkan mungkin memang seharusnya begitu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dalam mengembangkan ilmu pengetahuan diperlukan rasa penasaran, pengetahuan mengenai kegunaanya bagi manusia, semangat dalam ilmu. Dan hal-hal itu tidak bisa didapat dari sekedar mesin. Toh, kalaupun ada mesin ilmuan maka mesin itu penciptanya manusia juga dan akhirnya sama saja. METODOLOGI Metode ilmiah merupakan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Metode ilmiah dianggap merupakan metode terbaik untukmendapatkan pengetahuan karena metode ini menggunakan pendekatan yang sistematis, objektif, terkontrol, dan dapat diuji, yang dilakukan melalui metode induktif maupun deduktif. Beberapa metode lain yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan selain metode ilmiah adalah melalui intuisi, rasionalisme, dan empiris. Contoh: Alat ukur atau instrumen yang digunakan haruslah tepat. Misalnya untukmengukur motivasi belajar maka instrumen yang digunakan dapat berupaangket atau lembar observasi. RASIONAL Rasionalisme adalah faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (renson) adalah alat penting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Alat jalan berfikir itu adalah kidah-kaidah logis. Rasionalisme merupakan lawan dari empirisme yang mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris, contoh yang paling jelas adalah pemahaman tentang logika dan matematika yang penemuan-penemuannya begitu pasti dan kebenarannya universal.

Contoh: sesuatu apapun pasti sama dengan dirinya sendiri, dan tidak sama dengan yang bukan dirinya. 16 Said: @10:07 pm RANGKUMAN FILFAFAT ILMU “TAHU dan ILMU PENGETAHUAN” Dosen: Drs. Mohammad Adib, MA KELOMPOK 8: 1.TEGUH K 7311046 2.SHAHNAS M 7311029 3.NURLAILA S 7311026 4.NAILATUL K 7311043 5.DEVI V 7311049 FAKULTAS ILMU KESEHATAN PRODI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM Tahu dan Ilmu Pengetahuan Tahu Tahu adalah mengerti atau mengetahui, Hubungan antara subjek dengan objek melalui panca indra. Panca indra itu ada yang dari pendengaran, penglihatan, peraba atau sentuhan, perasa atau pengecap. Ilmu Pengetahuan Kata ilmu merupakan terjemahan dari kata “science” yang artinya “to know”. Science adalah untuk menunjukkan ilomu pengetahuan alam yang bersifat kuantitatif dan objektif.

Dikatakan rasional, arena ilmu melewati berbagai proses berpikir dengan menggunakan akal dan pikiran secara rasional. Ilmu, ilmu adalah sebuah kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya sudah diuji dan secara emphiris. Ilmu pengetahuan merupakan suatu objek yang kita ketahui yang berada didalamnya adalah ilmu.

Ilmu merupakan suatu bagian dari pengetahuan yang didalamnya terdapat berbagai pengetahuan seperti seni,dan agama. Pengetahuan adalah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung ikut memperkaya kehidupan, pengetahuan merupakan sumber dari berbagai pertanyaan dalam kehidupan ini. Pengertian ilmu pengetahuan adalah suatu pengetahuan yang objeknya tertentu disusun secara sistematis (system) sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metode tertentu. Dalam abad perkembangan penalaran konsep dasar berubah dari kesamaan dengan perbedaannya.

Terdapat perbedaan yang jelas antara berbagai pengetahuan yang mengakibatkan perbedaan pikiran dan pendapat. Pengetahuan dibeda – bedakan tidak berdasarkan pada apa yang diketahui, cara mengetahui, dan kegunaan pengetahuan itu sendiri. Sumber Pengetahuan Ada enam sumber – sumber pengetahuan,antara lain: 1.Pengalaman indra 2.Nalar 3.Otoritas 4.Intuisi 5.Wahyu, dan 6.Keyakinan Pengalaman Indra Pengalaman indra adalah alat paling vital dalam memperoleh pengetahuan Karena dalam hidup, manusia mempunyai pengindraan yang satu satunya adalah alat untuk menyerap segala objek yang ada dilur diri manusia.

Buku

Nalar Nalar adalah salah satu contoh berpikir untuk menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud mendapatkan pengetahuan baru dengan memperhatikan asas – asas pemikiran, yaitu; pincipium identitas, principium contradictionis, principiumtertii exclusi, dan principium kompromi. Otoritas Otoritas adalah kekuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang yang diakui oleh kelompoknya.

Menjadi salah satu sumber pengetahuan karena kelompoknya memiliki pengetahuan dan kewibawaan dalam pengetahuan. Otoritas merupakan pengetahuan karena terjadi melalui wibawa seseorng sehigga orang lain mempunyai pengetahuan. Intuisi Intuisi sebagai sumber pengetahuan karena ada kemampuan dalam diri manusia yang dapat mewujudkan berbagai pernyataan berupa pengetahuan. Wahyu Wahyu adalah salah satu sumber pengetahuan karena kita mengenal atau tahu tentang sesuatu. Keyakinan Keyakinan adalah kemampuan yang melekat pada setiap orang yang diperoleh melalui kepercayaan. Sumber pengetahuan yang diperoleh dari wahyu dan keyakinan ini susah untuk ditela’an atau dipahami.

Keyakinan juga berasal dari kemampuan kejiwaan seorang manusia yang merupakan suatu pematangan dari kepercayaan. Objek ilmu Objek ilmu ada dua, yaitu objek materiil dan objek formal. Objek materiil objeknya jelas sehingga metode yang digunakan jelas dan tidak banyak mengalami keraguan. Sedangkan objek formal kebenarannya berbeda – beda, bahkan dalam banyak hal tertentu berbeda pula. Pengetahuan (Ordinary Knowledge) Ilmu Pengetahuan (Scientific Knowledge):.Objek.Metode.System.Rasional Ilmu itu “Objektif” Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun berdasarkan kebenaran yang sudah diuji secara emphiris. Sedangkan objek adalah suatu benda yang ditangkap atau dirangsang oleh alat indra manusia sesuai dengan objeknya. Jadi, kalau ilmu dikatakan sebagai objektif maksudnya adalah ilmu itu bisa dilihat oleh panca indra penglihatan, bisa didengar oleh indra pendengaran.

Ilmu harus “Metodelogis” Metode adalah suatu cara untuk dapat mengerti atau menangkap ilmu tersebut. Ilmu harus diusahakan dengan aktivitas manusia, aktvitas itu harus dilaksanakan dengan metode tertentu. Ativitas metode itu mendatangkan pengetahuan yang sistematis. Kesatuan dan intetraksi diantara aktivitas, metode, dan pengetahuan dapat digambarkan sebagai bagan penyusun menjadi ilmu.

Ilmu itu “Rasional” Ilmu itu rasional, rasio berarti sebuah pikiran. Jadi ilmu itu dapat dipikir, dan membutuhkan waktu mungkin hingga waktu yang lama untuk mempelajari suatu ilmu tersebut.